PPKK Go International sebagai WHO CC

Share

 

PPKK GO INTERNATIONAL
SEBAGAI WHO CC

Oleh : dr. Ina Agustina Isturini, M.K.M.

 

Saat ini, resmi sudah Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan (PPKK) menyandang predikat sebagai World Health Organization Collaborating Centre (WHO CC) untuk Pelatihan dan Penelitian dalam Pengurangan Risiko Bencana dengan nomor referensi INO-22. Pada tanggal 28 November 2012, WHO Regional Director, Dr Samlee Plianbangcang, telah mengirimkan surat pemberitahuan pada Kepala PPKK, dr Sri Henni Setiawati, M.H.A. Surat pemberitahuan tersebut menyatakan penunjukan PPKK sebagai WHO CC hingga periode 4 tahun ke depan yaitu 28 November 2016.

Penunjukan sebagai WHO CC merupakan suatu kebanggaan tersendiri karena PPKK mendapatkan kesempatan untuk memberikan kemampuan terbaiknya tidak hanya skala nasional namun juga internasional. Selain itu, penunjukan tersebut merupakan suatu pengakuan terhadap kinerja PPKK selama ini, mengingat institusi yang terpilih sebagai WHO CC harus memenuhi sejumlah kriteria kualitas yang telah ditetapkan baik itu dalam hal kepemimpinan, kualifikasi para staf, jejaring, kemampuan ilmiah serta teknis dan sebagainya.

Proses Penunjukan

Proses penunjukan PPKK sebagai WHO CC melalui 15 tahapan dan membutuhkan waktu kurang lebih 4 tahun. Tahap inisiasi dimulai pada bulan Agustus 2008. Latar belakangnya karena Indonesia memiliki banyak pengalaman dalam mengatasi berbagai jenis bencana di tanah air serta memiliki program pengurangan risiko bencana bidang kesehatan yang telah dikenal dan diakui secara internasional. Kemudian pada bulan November 2009 WHO Director General WHO, Dr Margareth Chan, melakukan kunjungan ke kantor PPKK Kemenkes.
Bulan Januari 2010 proses penyusunan proposal pun dimulai dan pada tanggal 19 April 2011, PPKK telah berhasil mengajukan proposal melalui sistem elektronik. Rencana kerja yang diajukan dalam proposal yaitu : 1. memperkuat manajemen risiko di daerah rawan risiko krisis kesehatan akibat bencana; 2. memperkuat kesiapsiagaan fasilitas kesehatan untuk menghadapi bencana; 3. memperkuat koordinasi sektor/kluster kesehatan dan mobilisasi sumber daya dalam rangka pengurangan risiko krisis kesehatan akibat bencana; 4. memperkuat sistem komunikasi dan informasi kedaruratan; 5. menyusun program pelatihan nasional dan internasional terkait pengurangan risiko krisis kesehatan akibat bencana. Selanjutnya proposal tersebut telah melalui beberapa proses, antara lain tinjauan oleh GSC (Global Steering Commitee) dan WHO Director General serta konsultasi dengan pemerintah Indonesia. Pada tanggal 4 September 2012 WHO Director General telah menyetujui penunjukan PPKK sebagai WHO CC. Tahap akhir adalah pemberitahuan resmi oleh WHO Regional Director pada tanggal 28 November 2012 mengenai penunjukan PPKK sebagai WHO CC.

WHO CC

WHO CC merupakan institusi yang ditunjuk oleh WHO Director General untuk bersama-sama membentuk jaringan kolaborasi internasional serta menjalankan aktivitas yang mendukung program-program WHO. Kerja sama awal berakhir setelah 4 tahun dan setelah itu dapat dilakukan proses penunjukan ulang atau re-designation. Dengan adanya kolaborasi tersebut, WHO mendapatkan manfaat karena telah dibantu oleh institusi-institusi terbaik di seluruh dunia untuk menjalankan program-program yang telah dimandatkan pada WHO. Begitu pula dengan institusi-institusi yang berkolaborasi, penunjukan sebagai WHO CC membuat program kesehatan institusi-institusi tersebut semakin mendapatkan perhatian dari para pemegang kebijakan dan masyarakat, juga mendapatkan kesempatan untuk bertukar informasi serta mengembangkan kerjasama teknis dengan insitusi-institusi lainnya di seluruh dunia. Keuntungan lainnya adalah institusi tersebut memiliki kesempatan untuk mendapatkan bantuan sumber-sumber daya yang dibutuhkan dari pihak donor. 1,2

Saat ini terdapat lebih dari 800 institusi di lebih dari 80 negara yang telah menjadi WHO CC. Di Indonesia terdapat 4 WHO CC yang masih aktif yaitu WHO CC untuk Penelitian dan Pelatihan Reproduksi Manusia (Institusi : Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional/BKKBN), WHO CC untuk Pencegahan Ketulian serta Gangguan Pendengaran (Institusi : Universitas Indonesia), WHO CC untuk Manajemen Sistem Penelitian Kesehatan (Institusi : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes di Surabaya) serta WHO CC untuk Pelatihan dan Penelitian dalam Pengurangan Risiko Bencana (Institusi : PPKK Kementerian Kesehatan) yang merupakan bagian dari subjek kedaruratan dan upaya kemanusiaan. 3

Tercatat sebanyak 27 WHO CC dari 16 negara yang memiliki subjek kedaruratan dan upaya kemanusiaan. Hampir separuh dari WHO CC tersebut berada di regional Eropa, sedangkan untuk regional Asia Tenggara sebanyak 3 negara yaitu Indonesia, India dan Thailand (lihat grafik 1). Jenis kegiatan yang paling banyak dilakukan adalah pendidikan dan pelatihan, penelitian, serta pengembangan produk seperti pedoman dan manual. 3 Keberadaan WHO-WHO CC lain yang memiliki subjek sama dengan WHO CC PPKK, dapat menjadi bahan referensi bagi PPKK dalam mengembangkan WHO CCnya.

Grafik 1
Proporsi WHO CC terkait Kedaruratan dan Upaya Kemanusiaan
Berdasarkan Regional

 

Persiapan dan Harapan

Sebelum ditetapkannya PPKK sebagai WHO CC, sejumlah persiapan telah dilakukan. Pada tanggal 27 Agustus 2012, PPKK bekerja sama dengan WHO Indonesia melaksanakan kegiatan sosialisasi WHO CC pada seluruh staf dan pejabat di PPKK. Selain itu PPKK juga telah menyiapkan draft visi, misi, strategi dan rencana kerja WHO CC serta menetapkan SK kelompok kerja (Pokja) PPKK-WHO CC yang terdiri dari unsur pengarah, penanggung jawab, sekretaris serta 2 Pokja yaitu Pokja Pelatihan dan Pokja Penelitian. 4 Sosialisasi WHO CC pada lintas program maupun lintas sektor juga tidak luput dilakukan, sebagaimana yang telah dilaksanakan dalam pertemuan Lintas Program dan Lintas Sektor dalam Penanggulangan Krisis Kesehatan di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta tanggal 12 - 14 November 2012.

Go international sebenarnya bukanlah hal yang baru bagi PPKK. Pada kurun waktu tahun 2007 – 2009, PPKK bekerja sama dengan WHO dan universitas telah melakukan seminar serta serangkaian pelatihan international di bawah ITC DRR (International Training Consortium on Disaster Risk Reduction). 5-8. Kerja sama internasional juga beberapa kali telah dijalankan oleh PPKK baik itu pada saat tanggap darurat bencana-bencana besar (gempa dan tsunami di Aceh dan Sumut, gempa di DIY dan Jateng, gempa bumi di China, banjir di Pakistan, dsb) maupun pada kegiatan-kegiatan pra dan pasca bencana. Baru-baru ini, yaitu tanggal 19 November 2012, PPKK bersama WHO menyelenggarakan Health Cluster Meeting yang dihadiri oleh lintas program, lintas sektor, swasta serta UN dan NGO terkait baik nasional maupun international. Semua ini menunjukkan bahwa PPKK sudah memiliki modal yang cukup kuat untuk berkiprah lebih luas lagi di kancah internasional melalui WHO CC.

Sesuai dengan judulnya yaitu di bidang pelatihan dan penelitian, penunjukan sebagai WHO CC diharapkan dapat memperkuat kegiatan pelatihan kita sehingga sumber-sumber daya yang dihasilkan memiliki standar yang mendunia. Harapan lainnya adalah kegiatan penelitian di Indonesia terkait krisis kesehatan yang selama ini masih sangat langka dapat jauh lebih bergairah. Kenyataannya bahwa pengalaman dan frekuensi kejadiannya yang cukup tinggi merupakan potensi luar biasa bagi kita semua untuk menghasilkan karya-karya ilmiah yang dapat dimanfaatkan secara nasional maupun internasional.

Penunjukan PPKK sebagai WHO CC untuk Pelatihan dan Penelitian dalama Pengurangan Risiko Bencana, merupakan amanah sekaligus tantangan bagi kita semua yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Potensi-potensi yang ada baik itu berupa pengalaman, pengetahuan maupun kekuatan sistem yang ada merupakan modal dasar yang kuat untuk dapat mengeksekusi tugas ini dengan baik.

 

Daftar Pustaka :

1. Gillett H. WHO Collaborating Center. Global Nutrition and Health. 2011. http://www.phmetropol.dk/Uddannelser/Bachelors+Degree+in+Global+Nutrition+and+Health/WHO+Collaborating+Centre.2. WHO. Guide for WHO Collaborating Centres
In: WHO, ed. Geneva, Switzerland. : World Health Organization; 2010.
3. WHO Collaborating Centres Global Database. WHO; 2012. http://apps.who.int/whocc/Default.aspx. Accessed December 9, 2012.
4. Setiawati SH. Keputusan Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI tentang Penetapan Kelompok Kerja Penanggulangan Krisis Kesehatan pada Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan - World Health Organization Collaborating Center (PPKK - WHO CC). In: PPKK, ed. HK.02.04/1/1137.1/2012. Jakarta: PPKK Kemenkes RI; 2012.
5. PPKK. Seminar Internasional Training Consortium on Disaster Risk Reduction (ITC DRR). 2007. http://penanggulangankrisis.depkes.go.id/article/view/6/1258/SEMINAR-INTERNATIONAL-TRAINING-CONSORTIUM-ON-DISASTER-RISK-REDUCTION-%28ITC-DRR%29.htm. Accessed October 21, 2012.
6. PPKK. Training of Trainer for ITC-DRR Jakarta. 2009. http://penanggulangankrisis.depkes.go.id/article/view/6/586/TRAINING-OF-TRAINER-FOR-ITC-DRR-JAKARTA.htm. Accessed October 21, 2012.
7. PPKK. ITC DRR 2008. 2008. http://penanggulangankrisis.depkes.go.id/article/view/6/1154/ITC-DRR-2008.htm. Accessed October 21, 2012.
8. PPKK. Pertemuan Pemantapan Koordinasi ITC DRR 2008. 2008. http://penanggulangankrisis.depkes.go.id/article/view/6/1264/PERTEMUAN-PEMANTAPAN-KOORDINASI-ITC-%E2%80%93-DRR.htm. Accessed October 21, 2012.